Bukticinta Allah kepada kita Tidak menyegerakan azab. Allah tidak menyegerakan azab bagi hamba-Nya yang berbuat dosa karena mungkin saja hamba itu akan bertaubat. Allah tahu kalau kita suatu saat akan tergoda juga berbuat dosa, tapi Allah menunda siksanya untuk memberi kita kesempatan. Mau bertobat sekarang?
Berpuasabukti cinta kita kepada Allah Swt. 2. Kita berpuasa karena takut kepada orang tua 3. Saya berpuasa supaya diberi jajan oleh orang tua. 4. Selain perintah Allah Swt., saya berpuasa supaya sehat. 5. Orang berpuasa hanya mendapatkan lapar saja. Setuiu TT= Tidak Tahu 1 Lihat jawaban
Acopy is also embedded in this document. • Developers Except where otherwise noted, content on this site is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International license Dewasa ini, bukanlah hal yang baru lagi ketika kita melihat pasangan remaja putera dan puteri dipinggir jalan, di kafe, restoran, jembatan, atau di mana saja.
KaKankemenag: Berkurban Bukti Syukur dan Cinta Kepada Allah SWT . Kotabaru - Humas. "Berkurban bukti syukur dan cinta kita kepada Allah SWT," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.KanKemenag) Kotabaru Drs.H.Salman,MM saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban di belakang Kantor Urusan Agama (KUA) Pulau Laut Utara, Sabtu (02/09/17
tausiyahatau ceramah di video kali ini dengan tema Mahabbbah atau cinta, Allah ingin kita membuktikan cinta kita kepada Tuhan yang maha kuasa, bagaimana car
Y7Ngku. Allah Mencintai Allah itu tidak hanya diucapkan dengan lisan, akan tetapi juga dibuktikan dengan kemantapan hati dan perbuatan kita. Lalu bagaimana caranya kita membuktikan bahwa kita benar-benar mencintai Allah? Al-Quran memberitahu kita, Katakanlah "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ali Imran 31 Allah Ta’ala menjelaskan bahwasannya jikalau hamba-Nya benar-benar mencintai-Nya, maka ikutilah Rasul-Nya yakni Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jadi, jikalau kita benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah Rasul-Nya, karena dengan mengikuti dan mentaati Rasul-Nya kita sudah otomatis mentaati Allah Tabaraka Wa Ta’ala. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling dari ketaatan itu, maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. An-Nisaa’ 80 Loh, mengapa bisa seperti itu? Mengapa dengan mentaati Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam itu berarti kita sudah mentaati Allah. Karena segala tingkah laku, baik berupa lisan ataupun perbuatan beliau adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya. dan tiadalah yang diucapkannya itu Al-Quran menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya. An-Najm 3-4 Bagaimana kita mentaati Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam? Yaitu dengan kita mengikuti sunnah-sunnahnya, tidak perduli itu hal kecil ataupun hal sepele, akan tetapi jikalau kita memang benar-benar mencintai Allah dan Nabi-Nya, maka ikutilah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena beliau diutus oleh Allah untuk menjadi contoh, menjadi suri tauladan bagi kita. Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Al-Ahzaab 21 Percayalah, kalau kita mengikuti Al-Quranul Karim dan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kita akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat, kita tidak akan pernah mendapatkan kerugian malah akan mendapatkan keuntungan yang besar sekali. Sudah seharusnya kita menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, terlebih lagi di zaman saat ini. Yang mana sunnah-sunnah beliau sudah banyak ditinggalkan umatnya, sudah tidak dilaksanakan lagi bahkan seakan tidak ada lagi rasa cinta kepada Nabi-Nya. Padahal kalau kita benar-benar mencintai Allah dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, maka dengan mengikuti sunnah-sunnah beliau kita akan semakin cinta kepadanya, akan timbul rasa kegembiraan dan kebanggaan karena mengikuti sunnah-sunnah beliau. Mari sahabatku semua, kita senantiasa hidupkan sunnah-sunnah Rasulullah, dengan mengikuti beliau otomatis kita juga mengikuti Allah sekaligus mencintai-Nya. Di antara sunnahnya adalah senantiasa menjaga wudhu, sholat awal waktu bagi pria di masjid, rajin melaksanakan ibadah-ibadah sunnah dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat.
Seringkali kita berputus asa dari rahmat Allah SWT. Persoalan yang kerap kita hadapi lantas kemudian membuat gampang sekali menghukumi Allah SWT tidak adil dan sebagainya. Seringkali juga kita merasa jauh dari prasangka baik terhadap Allah SWT. Padahal, sebaliknya, cinta Allah SWT pada hamba-Nya tidaklah terbatas. Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman, ''Rahmat kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu.'' QS al-A'raf [7] 156. Untuk memberikan gambaran kepada umat tentang kasih sayang Allah, Rasulullah mengibaratkan kalau kasih sayang Allah itu berjumlah seratus, maka yang sembilan puluh sembilan disimpan dan satu bagian lagi dibagi-bagi. Yang satu bagian bisa mencukupi seluruh kebutuhan makhluk. Hal ini menunjukkan betapa luasnya cinta Allah. Ada beberapa bukti nyata-dari banyak bukti-tentang besarnya cinta Allah kepada manusia. Nikmat Alquran Bukti cinta yang pertama adalah diturunkannya Alquran. Allah SWT, tidak membiarkan kita kebingungan dalam menjalani hidup. Dia menurunkan Alquran sebagai penuntun hidup, agar kita dapat meraih bahagia di dunia dan akhirat. Firman-Nya, ''Kitab ini tidak ada keraguan padanya; merupakan petunjuk bagi mereka yang bertakwa.'' QS al-Baqarah [2] 2. Dalam ayat lain difirmankan pula, ''Sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran yang datang dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; agar mereka mendapat petunjuk.'' QS as-Sajdah [32] 3. Dr Quraish Shihab mencatat ada tiga petunjuk penting yang diberikan Alquran. Pertama, petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. Kedua, petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral, baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun sosial. Ketiga, petunjuk mengenai syariat dan hukum, yaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia. Mengutus para rasul Secara fitrah, setiap manusia membutuhkan teladan yang bisa dijadikan rujukan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Allah mengutus para Rasul. Dalam QS al-An'am [6] ayat 48, Allah SWT berfirman, ''Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.'' Inilah bukti kecintaan Allah yang kedua. Dia tidak membiarkan manusia berjalan "sendirian". Dia mengaruniakan "teman terbaik" yang akan menemani manusia menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan manusia kepada Tuhannya, sekaligus menjadi model manusia yang sesuai dengan kehendak Allah SWT. Firman-Nya, Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah QS al- Ahzab [33] 21. Kita yang hidup tidak sezaman dengan Rasulullah SAW, dapat membuka warisannya berupa hadis dan sunah. Di dalamnya terdapat penjelasan yang rinci tentang semua ajaran Allah. Ajaran yang berisi tentang petunjuk menjalin hubungan dengan Allah hablum minallah dan dengan manusia hablum minannas. Di dalamnya kita juga mendapati gambaran karakter mulia Rasulullah SAW sebagai teladan paling baik. Diciptakannya alam semesta Allah SWT tidaklah menciptakan alam semesta tanpa maksud. Dia menjadikan semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia. Difirmankan, Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu QS al-Baqarah [2] 29. Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk diambil manfaatnya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang tidak bermanfaat. Nyamuk misalnya. Walaupun menganggu, nyamuk dapat membangkitkan kreativitas manusia, obat nyamuk contohnya. Dengan adanya nyamuk, banyak orang yang tercukupi ekonominya. Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna, sehingga manusia dapat hidup di dalamnya dengan nyaman. Semuanya telah ditata dengan akurat. Perjalanan siang dan malam, rantai makanan antara makhluk hidup sampai pada lingkungan tempat ia hidup, semuanya telah diatur dengan hukum-Nya. Luasnya ampunan Allah Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertobat. Allah SWT telah berjanji dalam Alquran, ''Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. Jika kamu, mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan balasan keutamaannya.'' QS Hud [11] 3 Tangan Allah terbuka setiap saat bagi orang yang mau bertobat. Rasulullah SAW bersabda, "Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. Ini akan terus berlaku hingga matahari terbit dari arah Barat HR Muslim. Dia akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, "Wahai manusia, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi kemudian kamu bertemu Aku dengan dalam kedaan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan seisi bumi pula," demikian bunyi sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Tirmidzi. Memberikan rezeki Allah adalah al-Razzaq, Dzat Mahapemberi Rezeki. Setiap makhluk diberi-Nya rezeki agar mereka dapat hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. Firman-Nya, Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.'' QS Saba [34] 39. Demikian pula makhluk yang lain. ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata Lauhul Mahfudz.'' QS Hud [11] 6 Inilah tanda bukti cinta Allah yang kelima. Setiap kita telah diberi bagian rezeki. Yang perlu dilakukan adalah ikhtiar menjemput rezeki itu. Allah memberi kasih sayang-Nya yang tak terbatas agar kita bersyukur. Dan syukur yang paling utama adalah mengabdi dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. sumber Harian RepublikaBACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Jamaah Shalawat Barzanji PP. Miftahul Huda Dok. PPMH“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” QS. Al-Ahzab [33] 56.Perintah Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad tidak hanya kita saja yang bershalawat untuk Nabi. Allah swt. dan malaikat-malaikat-Nya juga bershalawat untuk nabi. Allah bershalawat kepada nabi Muhammad saw. untuk memberinya rahmat, sedangkan para malaikat bershalawat untuk memintakan ampunan untuk nabi. Kita sebagai orang-orang yang beriman diperintah oleh Allah swt. untuk bershalawat kepada nabi Muhammad saw. dan mengucapkan salam penghormatan kepadanya, yakni dengan cara berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan Allahumma shalli ala sayyidina cinta kita yang pertama dan utama sebagai orang beriman adalah kepada Allah swt., tuhan alam semesta yang memiliki asmaul husna nama-nama yang mulia. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf [7] ayat 180 yang artinya “Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Bukti cinta kepada Allah swt. adalah dengan kita bertaqwa kepada-Nya serta banyak berdzikir dengan menyebut dan yang kedua adalah cinta kita kepada Rasulullah saw. Mencintai Nabi berarti pula mencintai ajaran-ajaran beliau serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita mencintai seseorang maka nama orang tersebut akan sering kita sebut-sebut, tak jarang pula kita mimpikan. Begitu pula kalau kita cinta kepada Nabi saw., shalawat serta dan ketaatan menjalankan ajaran-ajarannya menjadi bukti bahwa kita benar-benar swt. sangat mencintai nabi Muhammad saw. Nama nabi Muhammad saw. disebut-sebut-Nya dalam Al-Qur’an, bahkan diperkenalkan jauh sebelum kelahirannya. Nabi adam as. bertaubat dan memohon ampun kepada Allah setelah melakukan dosa memakan buah khuldi. Dosa beliau baru diampuni setelah beliau bermunajat dan berwasilah menggunakan nama nabi Muhammad swt. berfirman dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaff [61] ayat 6 yang artinya “Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad Muhammad.”Keutamaan Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad nabawiyah banyak sekali menerangkan keutamaan pembacaan shalawat nabi yang tentu tidak diragukan lagi. Banyak orang yang telah membuktikan manfaat pembacaan shalawat untuk nabi Muhammad saw. tersebut. Diantara keutamaan-keutamaan tersebut adalahMendapat Rahmat dari Allah shalawat pada nabi merupakan pintu terbukanya rahmat di dunia dan akhirat. Di dunia, orang yang membaca shalawat akan senantiasa dinaungi perlindungan khusus dari nabi saw. Diberitakan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Ash. Bahwasannya ia mendengar rasulullah saw. bersabda ”Barang siapa yang membaca satu kali shalawat untukku, maka Allah akan menurunkan rahmat untuknya.” HR. Muslim. Rasulullah saw. juga bersabda “Telah datang untukku utusan tuhanku dan memberi tahu Siapa yang membaca shalawat untukku dari umatku satu kali, maka Allah akan mencatat untuknya sepuluh kebaikan, dan menghapus daripadanya sepuluh dosa, dan dinaikkan sepuluh derajat, dan dijawab atasnya sesuai dengan shalawatnya.” HR AhmadSyaikh Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki Al Makki Al Hasany menyatakan dalam Khashaish al-Ummah al-Muhammadiyah tentang rahmat yang didapatkan oleh umat nabi Muhammad di akhirat kelak. Jika umat rasul yang lain dibagi menjadi golongan beriman dan tidak beriman, maka umat Muhammad terbagi menjadi tiga golongan yaitu pertama, orang yang dzalim pada dirinya sendiri; kedua, golongan yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan, tapi terkadang melakukan hal-hal yang dibenci; ketiga, orang yang mendahului berbuat kebaikan yaitu orang yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan yang haram, makruh, bahkan Dosa dan Penyuci DiriAt-Taimi meriwayatkan bahwa nabi Muhammad saw. bersabda “Bacalah shalawat untukku maka bacaan shalawat untukku itu menjadi penebus dosamu, dan kesucian untuk dirimu, maka siapa yang membaca shalawat untukku satu kali, Allah bershalawat padanya sepuluh kali.”Abu Bakar ra. berkata “Membaca Shalawat pada Rasulullah saw. lebih kuat menghapus dosa daripada air terhadap api, dan mengucap salam pada Rasulullah saw. itu lebih utama dari memerdekakan budak, dan cinta pada Rasulullah saw. itu lebih utama daripada mengorbankan jiwa dan daripada memikul pedang fi sabilillah.”Perlindungan Dunia AkhiratAth-Thabrani meriwayatkan hadits yang hampir mirip dengan yang diriwayatkan oleh Ahmad. Rasulullah saw. bersabda “Siapa yang membaca shalawat untukku satu kali, Allah bershalawat untuknya sepuluh kali, dan siapa yang membaca untukku sepuluh kali Allah bershalawat untuknya seratus kali, dan siapa yang bershalawat untukku seratus kali maka Allah akan menulis diantara kedua matanya kebebasan dari nifak dan kebebasan dari api neraka, serta ditempatkan pada hari kiamat bersama orang-orang mati syahid.” HR. Ath-ThabraniOrang yang beriman diperintahkan untuk melatih diri agar terbebas dari sifat-sifat munafik. Hal itu dapat diupayakan dengan cara sering mengingat Allah dan rasul-Nya. Orang munafik yang hatinya berpenyakit bukanlah termasuk golongan orang-orang beriman maupun orang-orang jahiliah. Namun kedudukan mereka sangat rendah di hadapan Allah bin Samirah meriwayatkan hadits dari Said bin Musayyib tentang mimpi Rasulullah saw. “Saya melihat seorang diantara umatku merangkak diatas shirat jembatan dan kadang-kadang berpegangan lalu shalawatnya untukku datang dan membantunya berdiri dengan kedua kakinya lalu menyelamatkannya.”Dalam sabda lain dikatakan “Perbanyaklah membaca shalawat untukku, karena shalawatmu padaku itu menyebabkan pengampunan dosa-dosamu. Dan mintalah kepada Allah untukku derajat wasilah, maka sesungguhnya wasilahku dihadapan tuhan itu akan berupa syafaat bagi kamu.” HR. Ibnu AsakirDalam pandangan para sufi ada beberapa tingkatan alam. Tingkatan alam tersebut adalah alam nasut, alam malakut, dan alam jabarut. Dalam diri manusia tergabung dua alam sekaligus yakni alam nasut dan alam malakut. Manusia ditarik ulur oleh kedua alam tersebut. Apabila ditarik kedalam alam nasut, ia akan sibuk dengan materi sehingga semakin terlepas dari alam yang sedang membaca shalawat nabi tubuhnya memang berada di alam nasut, namun ruhnya telah naik ke alam malakut. Semakin sering membaca shalawat nabi maka akan semakin dalam memasuki alam malakut dan meninggalkan alam nasut. Orang yang sedang membaca shalawat nabi berarti telah bertawasul kepada Allah swt. melalui rasulullah saw. yang pasti mendengarnya. Rasul berjanji akan memberi syafa’at kepada orang yang membaca shalawat untuknya besok di dan Diingat oleh Rasulullah orang yang membaca shalawat akan disebut-sebut dan diingat-ingat oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda “Sesungguhnya shalawat kalian akan diperdengarkan kepadaku.” Sabda Rasulullah yang lain “Sesungguhnya Allah mewakilkan malaikat dikuburku yang menyampaikan kepadaku salam dari umatku.”Shalawat merupakan bukti cinta kepada rasulullah saw., sudah barang tentu rasulullah saw. pasti mendengar shalawat kita dan meyebut-nyebut serta mengingat kita karena kita bershalawat kepadanya. Dengan begitu akan terjalin hubungan saling mencintai antara kita denga Rasulullah rasulullah saw. kepada umatnya tidak bisa dibandingkan dengan cinta kita kepadanya. Rasulullah ketika nyawa hampir melewati tenggorokannya masih menyempatkan menyebut-nyebut ummatnya, “ummati… ummati… ummati.”Mendapatkan Pujian yang Baik dari Allah yang membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. akan mendapatkan pujian yang baik dari Allah diantara penghuni langit dan bumi, karena orang yang bershalawat berarti memohon kepada Allah agar memuji, menghormati dan memuliakan rasul-Nya. Balasan untuknya sama dengan yang ia mohonkan yakni pujian kehormatan dan kemuliaan seperti apa yang diperoleh Rasul-Nya. Tentu masih banyak lagi fadhilah lain yang dapat kita peroleh dengan membaca shalawat untuk nabi Muhammad Tidak BershalawatAbu Hurairah berkata Rasulullah saw. bersabda “Celakalah seseorang yang jika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat untukku. Celakalah seseorang yang jika ia memasuki bulan Ramadlan kemudian keluar sebelum diampuni. Celakalah seseorang yang kedua orang tuanya telah tua tetapi keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” HR. Tirmidzi dan Bazzar.Ungkapan yang pertama “celakalah seseorang yang jika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat untukku” bisa dibandingkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, dari rasulullah saw. “Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bershalawat untukku.” HR. Nasa’i, Tirmidzi, Thabrani.Mengapa orang tersebut dikatakan bakhil? Ia tidak mau mengucapkan shalawat kepada Rasulullah, padahal membaca shalawat itu sangatlah ringan, apalagi jika kita sudah terbiasa membacanya. Mengapa pula orang tersebut dikatakan celaka? Ia tidak mendapatkan keutamaan dan keuntungan apapun dari pembacaan shalawat nabi. Tentulah orang seperti ini akan benar-benar merugi karena enggan membaca shalawat bacaan shalawat menghasilkan energi yang dapat kita rasakan, ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yakniKita harus benar-benar menanamkan raca cinta yang murni kepada baginda rasulullah saw. Apabila kita benar-benar jujur mencintai rasulullah saw., kita akan berupaya mencari tahu segala sesuatu tentang beliau, seperti kehidupan kepribadiannya, kehidupan dalam membina keluarga, keistiqamahan dalam menjalankan sunnah-sunnahnya, dan lain mencintai Al-Qur’an dengan cara melanggengkan budaya membaca Al-Qur’an, berusaha untuk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, merenungkan makna dari ayat-ayat Al-Qur’an, serta mempraktikkan dalam kehidupan shalawat dengan penuh keyakinan. Diharapkan kita merasa yakin bahwasannya dengan membaca shalawat cepat atau lambat akan membawa manfaat dan keutamaan di dunia maupun di akhirat bagi saat ini adalah bulan Rabiul Awal, marilah kita sama-sama memperingati kelahiran nabi saw., sambil memperbanyak bacaan shalawat pada nabi Muhammad saw. Selain itu, kita harus meningkatkan keyakinan kita bahwa rasulullah saw. adalah suri tauladan sepanjang zaman. Jikalau kita ikut dalam tuntunan beliau insyaallah kita akan selamat dunia dan akhirat. Langkah kita akan mantap dan hati pun senantiasa disaputi kita termasuk umatnya yang mendapat syafaat di hari akhir nanti. Shallu alan nabiy wa ala aalihi. Wallahu a’lam bissowab. * Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ada beberapa bukti nyata-dari banyak bukti-tentang besarnya cinta Allah SWT kepada manusia. Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ ''Rahmat kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu.'' QS Al-A'raf [7] 156. Berikut ini lima bukti cinta Allah SWT kepada makhluk-Nya, terutama umat manusia Pertama. diturunkannya Alquran. Allah SWT, tidak membiarkan kita kebingungan dalam menjalani hidup. Dia menurunkan Alquran sebagai penuntun hidup, agar kita dapat meraih bahagia di dunia dan akhirat. Firman-Nya ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ ''Kitab ini tidak ada keraguan padanya; merupakan petunjuk bagi mereka yang bertakwa.'' QS Al Baqarah [2] 2. Dalam ayat lain difirmankan pula أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ “Tetapi mengapa mereka orang kafir mengatakan "Dia Muhammad mengada-adakannya. ''Sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran yang datang dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; agar mereka mendapat petunjuk.'' QS As-Sajdah [32] 3. Dr Quraish Shihab mencatat ada tiga petunjuk penting yang diberikan Alquran. Pertama, petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. Kedua, petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral, baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun sosial. Ketiga, petunjuk mengenai syariat dan hukum, yaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia. Kedua, mengutus para rasul. Secara fitrah, setiap manusia membutuhkan teladan yang bisa dijadikan rujukan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Allah mengutus para Rasul. Dalam QS Al An'am [6] ayat 48, Allah SWT berfirman وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ''Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.'' Dia tidak membiarkan manusia berjalan "sendirian". Dia mengaruniakan "teman terbaik" yang akan menemani manusia menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan manusia kepada Tuhannya, sekaligus menjadi model manusia yang sesuai dengan kehendak Allah SWT. Firman-Nya لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS Al Ahzab [33] 21. Kita yang hidup tidak sezaman dengan Rasulullah SAW, dapat membuka warisannya berupa hadis dan sunah. Di dalamnya terdapat penjelasan yang rinci tentang semua ajaran Allah. Ajaran yang berisi tentang petunjuk menjalin hubungan dengan Allah hablum minallah dan dengan manusia hablum minannas. Di dalamnya kita juga mendapati gambaran karakter mulia Rasulullah SAW sebagai teladan paling baik. Ketiga, diciptakannya alam semesta. Allah SWT tidaklah menciptakan alam semesta tanpa maksud. Dia menjadikan semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia. Difirmankan هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Mahamengetahui segala sesuatu.” QS Al Baqarah [2] 29. Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk diambil manfaatnya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang tidak bermanfaat. Nyamuk misalnya. Walaupun menganggu, nyamuk dapat membangkitkan kreativitas manusia, obat nyamuk contohnya. Dengan adanya nyamuk, banyak orang yang tercukupi ekonominya. Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna, sehingga manusia dapat hidup di dalamnya dengan nyaman. Semuanya telah ditata dengan akurat. Perjalanan siang dan malam, rantai makanan antara makhluk hidup sampai pada lingkungan tempat ia hidup, semuanya telah diatur dengan hukum-Nya. Keempat, luasnya ampunan Allah. Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertobat. Allah SWT telah berjanji dalam Alquran وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ ''Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. Jika kamu, mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan balasan keutamaannya.'' QS Hud [11] 3 Tangan Allah terbuka setiap saat bagi orang yang mau bertobat. Rasulullah SAW bersabda إِن الله تَعَالَى يبْسُطُ يدهُ بِاللَّيْلِ ليتُوب مُسيءُ النَّهَارِ، وَيبْسُطُ يَدهُ بالنَّهَارِ ليَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِن مغْرِبِها "Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. Ini akan terus berlaku hingga matahari terbit dari arah Barat HR Muslim. Kelima, memberikan rezeki. Allah adalah Al Razzaq, Dzat Mahapemberi Rezeki. Setiap makhluk diberi-Nya rezeki agar mereka dapat hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. Firman-Nya Katakanlah قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.'' QS Saba [34] 39. Demikian pula makhluk yang lain وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata Lauhul Mahfudz.'' QS Hud [11] 6. sumber Harian Republika
﷽TS = Tidak setuju terhadap pernyataan S = setuju terhadap pernyataan TT = Tidak tahu terhadap pernyataan 1. berpuasa bukti cinta kita terhadap Allah SWT S { Dikarenakan puasa merupakan kewajiban seorang muslim yang beriman dan merupakan salah satu rukun islam , orang yang berpuasa kepada Allah SWT merupakan tanda bukti bahwasanya ketakwaan atau cinta kita terhadap Allah SWT } 2. Kita berpuasa karena takut kepada orang tua TS { Orang melakukan beribadah sepatutnya hanya alasan karena Allah SWT karena apa ? puasa merupakan kewajiban kita yang beriman kepada Allah SWT dan dilaksanakan dengan kesadaran tanpa suatu paksaan terutama alasan karena manusia . Manusia hanyalah ciptaan Tuhan dan sepatutnya kita hanya takut terhadap sang penguasa semesta alam dan pencipta kita yakni Allah SWT saja } 3. saya berpuasa supaya diberi jajan orang tua TS { orang yang berpuasa merupakan orang yang sadar bahwasanya memiliki kewajiban daripada orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan menyempurnakan keimanannya tersebut sepatutnya berpuasa semata-mata karena mengharap ridho Allah subhanahu wa ta'ala saja jika kita mengharap imbalan kepada manusia Maka manusia tidak semua dapat mewujudkan keinginan daripada imbalan yang kita harapkan akan tetapi apabila kita melaksanakan dengan imbalan oleh Allah maka Allah akan selalu memberikan kebahagiaan dan juga harapan atau imbalan tersebut Insyaallah akan dikabulkan oleh Allah SWT } 4. selain perintah Allah saya berpuasa supaya sehat S , berpuasa selain daripada mengharap ridho Allah juga menyempurnakan keimanan seseorang tetapi berpuasa itu dapat menyehatkan badan karena dapat terhindar daripada penyakit yang berhubungan dengan pencernaan manusia atau jantung dan berat badan 5. orang berpuasa hanya mendapatkan lapar saja TS orang berpuasa tidak hanya menahan lapar tetapi juga menahan dahaga dan juga nafsu seperti amarah juga mengajarkan kita akan kesabaran dan mengingat daripada orang miskin yang sering berpuasa dikarenakan tidak memiliki makanan atau pun uang
berpuasa bukti cinta kita kepada allah swt