NabiMuhammad menyarankan untuk menghirup air ke hidung terlebih dahulu setelah bangun di pagi hari (Shahih Bukhari) dan meniupnya dengan cara yang berlebihan dua atau tiga kali (Hajar). Pembersihan bagian dalam hidung secara konsisten membantu mencegah masuk angin, hidung tersumbat kronis, post nasal drip, infeksi sinus yang sering terjadi
Penyebablain dari hidung tersumbat adalah alergi, sinusitis, dan infeksi, contohnya ispa dan influenza. Tentu saja anda harus segera mengobati dahak dari hidung bercampur dahak dan ingus bercampur darah yang anda alami. Bersin-bersin Dan Hidung Mampet Setiap Pagi Belum Tentu Flu Rasulullah menganjurkan istinsyaq pasti karena ada maksud dan tujuannya.
Wajibnyaistinsyaq (menghirup air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung). Hidung adalah bagian wajah yang disebutkan dalam ayat wudhu yang wajib dicuci. Bagi orang yang cebok dengan batu hendaklah berjumlah ganjil. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa paling sedikit adalah 3 batu.
CuciMenggunakan Air Garam. Mencuci hidung menggunakan air garam ternyata juga metode alami yang sangat ampuh untuk mengatasi hidung tersumbat. Air garam dapat menghindari hidung tersumbat ternyata juga dapat menghilangkan bakteri maupun virus yang ada di dalam hidung. Untuk proses ini memang sangatlah sederhana namun setidaknya sangat ampuh
JikaJoko memiliki uang dua kali lebih banyak daripada uang yang dimilikinya sekarang, ia akan memiliki cukup uang untuk membeli 3 potong pisang goreng dengan harga Rp 960 per potong dan 2 botol air mineral dengan harga Rp 1.280 per botol.
FiVbFn. Halodoc, Jakarta - Di kala sinusitis kambuh, maka rasanya sangat tidak nyaman. Sinusitis menimbulkan gejala yang mirip pilek. Hanya saja, saat sinusitis kambuh bisa menyebabkan kepala sangat sakit. Kondisi ini terjadi akibat peradangan di dinding sinus yang merupakan rongga berisi udara. Lokasinya berada di belakang pipi dan sinusitis merupakan penyakit yang bisa dicegah? Pasalnya, sinusitis bisa dicegah dengan rajin mencuci hidung. Memang setiap orang sebaiknya menjaga rongga hidung supaya bersih. Salah satu caranya yaitu mencuci hidung. Bagaimana pengaruhnya untuk mencegah sinusitis?Baca juga Apakah Sinusitis Harus Selalu Dioperasi?Membersihkan hidung dengan mencucinya dipercaya ampuh mencegah masalah kesehatan, termasuk mencegah sinusitis. Mencuci hidung bisa dilakukan untuk membersihkan sekaligus mencegah infeksi yang ada atau yang masuk melalui hidung. Saat mencuci hidung, maka partikel-partikel, debu, hingga kotoran yang berpotensi menjadi infeksi dapat dikeluarkan. Meskipun begitu, mencuci hidung tidak dianjurkan dilakukan terlalu sering. Terlalu sering mencuci hidung atau saluran pernapasan dapat meningkatkan risiko infeksi sinus. Terlalu sering mencuci hidung dengan cairan saline atau larutan garam, maka selaput lendir yang melindungi rongga hidung dan sinus bisa perlahan hilang. Sebaiknya mencuci hidung dilakukan sekali sehari atau saat mengalami hidung tersumbat karena pilek. Kamu bisa mengulanginya hingga dua kali sehari apabila mencuci hidung terasa membantu untuk meredakan hidung mampat. Meskipun mencuci hidung bisa menjadi cara efektif untuk meredakan gejala sinus, harus dibarengi dengan perawatan sinus standar berdasarkan anjuran dokter. Hanya saja bagi sebagian orang, mencuci hidung bisa meredakan gejala sinus tanpa menggunakan obat-obatan. Baca juga Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan SinusitisJangan bayangkan mencuci hidung hanya sekadar mencuci dan membilas dengan air. Kamu memerlukan cairan khusus untuk membersihkan hidung, yaitu cairan saline NaCL 0,9 persen. Cairan dan pipanya bisa kamu beli di apotek terdekat. Kemudian, mencuci hidung dilakukan dengan cara berikut iniSiapkan cairan NaCL dan pipa suntik tanpa cairan ke dalam pipa kepala menunduk dan miri. Jika menyuntik lubah hidung sebelah kanan, maka posisikan kepala miring ke kiri. Begitu juga sebaliknya Masukkan ujung pipa ke salah satu lubang hidung, lalu semprot dengan cepat sebanyak dua secara bergantian pada kedua lubang hidung. Selain mampu mencegah sinusitis, mencuci hidung juga memiliki manfaat lain, yaituMencegah terjadinya infeksi hidung dan mencegah alergi lendir saat rongga hidung lebih bengkak di saluran hidung akibat peradangan. Baca juga Sering Kambuh, Bisakah Sinusitis Sembuh Total?Cara Lain Mencegah SinusitisSelain mencuci hidung, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit yang ditimbulkan sinusitisMencuci tangan sesering mungkin. Ini sangat penting vaksin flu setiap tahun. Dengan mencegah flu, maka dapat mencegah infeksi makanan yang seimbang dan olahraga teratur. Berhenti merokok karena asap rokok bisa mengiritasi humidifier. Kekeringan hidung bisa menyebabkan nyeri sinus. Kamu bisa mandi dengan air panas dan menghirup uapnya. Atau letakkan handuk panas di atas kepala untuk meredakan nyeri mengonsumsi antibiotik secara berlebihan. Meskipun antibiotik membantu membunuh infeksi bakteri, tapi tidak akan membantu mengatasi infeksi virus. Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai tindakan mencuci hidung untuk mencegah sinusitis. Untuk melakukannya, sebaiknya tanyakan terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan persetujuan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!ReferensiWebMD. Diakses pada 2020. Nasal Saline Irrigation and Neti PotsEveryday Health. Diakses pada 2020. 10 Steps to Avoid Sinus Pain and Congestion
Pencegahan terhadap stroke, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik, bisa dilakukan dengan menyeimbangkan pola makan sehat dengan olahraga. Rutin berolahraga memang dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Selain itu, membiasakan diri dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga membantu Anda menjaga berat badan agar tetap ideal. Olahraga yang dilakukan pun tak perlu berat, karena yang terpenting adalah konsistensi dalam melakukannya. Anda bisa memulai olahraga dengan rutin berjalan kaki di sekitar rumah setiap pagi setelah sarapan. Di samping itu, cobalah untuk menghindari lift saat bepergian ke tempat umum, sehingga Anda bisa menggunakan tangga biasa. Usahakan, saat berolahraga setiap harinya, napas sudah mulai terasa berat, tapi Anda masih bisa berbicara. Artinya, Anda tidak kehabisan napas. Setidak-tidaknya, lakukan olahraga selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. 3. Berhenti merokok Merokok merupakan salah satu kebiasaan atau gaya hidup tak sehat yang dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. Namun sayang, masih banyak yang menyepelekan fakta tersebut. Jika Anda termasuk salah satunya, cobalah untuk mulai memikirkan kesehatan jangka panjang, dan berhentilah merokok. Kebiasaan ini ternyata juga bisa menjadi penyebab terjadinya stroke. Pasalnya, merokok dapat menyebabkan darah lebih mudah menggumpal, sehingga berpotensi menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah. Oleh karena itu, salah satu pencegahan terhadap penyakit stroke adalah berhenti merokok. Jangan khawatir jika Anda ingin berhenti merokok meski sudah melakukan kebiasaan ini sejak lama. Pasalnya, berhenti merokok dapat menurunkan risiko mengalami stroke dan berbagai penyakit lainnya. Bahkan, meski Anda sudah dianggap cukup tua untuk berhenti, atau sudah terlalu lama merokok sebelumnya. 4. Menurunkan tekanan darah Tekanan darah yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan risiko Anda mengalami stroke. Hal ini disebabkan tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh arteri di dalam tubuh. Masalahnya, kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala apapun. Maka itu, untuk mengetahui tekanan darah Anda, cobalah untuk memeriksa tekanan darah secara rutin. Normalnya, tekanan darah berada pada angka 120/80 mmHg. 5. Menurunkan kadar kolesterol Anda perlu berhati-hati jika kadar kolesterol di dalam tubuh tergolong tinggi, karena hal tersebut juga dapat memicu terjadinya serangan stroke. Pencegahan stroke bisa dilakukan dengan menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Kolesterol sendiri adalah salah satu jenis lemak yang diproduksi secara alami oleh organ tubuh bernama liver. Namun, kolesterol juga bisa ditemukan di dalam kandungan makanan, termasuk daging dan produk olahan susu. Tubuh memang membutuhkan kolesterol, tapi kadar kolesterol tinggi justru tidak baik untuk kesehatan tubuh. Jumlah kolesterol yang berlebih dapat bergerak di dalam pembuluh arteri, lalu membuatnya menjadi sempit. Jika sudah demikian, risiko stroke akan meningkat. Untuk menurunkan kadar kolesterol, cobalah untuk mengatur pola makan Anda agar lebih sehat. Hindari berbagai makanan yang memiliki kandungan kolesterol tinggi. Dokter juga mungkin memberikan obat-obatan penurun kolesterol. Apabila Anda sudah memasuki usia 40 tahun ke atas, lebih baik periksakan kadar kolesterol di dalam darah secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 6. Menurunkan kadar gula darah Selain kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, diabetes juga merupakan salah satu kondisi yang perlu menjadi perhatian Anda jika ingin melakukan pencegahan terhadap penyakit stroke. Pasalnya, penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang cukup tinggi di dalam tubuh. Menurut Stroke Association, gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan lemak terbentuk di dalam pembuluh arteri. Jika dibiarkan, lama-kelamaan pembuluh darah ini akan tersumbat dan menyebabkan stroke. Oleh karena itu, tidak sedikit pasien diabetes yang pada akhirnya mengalami kondisi ini, khususnya jika tidak mengatur kadar gula darah di dalam tubuh dengan baik. 7. Mengelola stres dengan baik Rupanya tak hanya kondisi fisik saja yang harus diperhatikan, tapi juga kondisi mental, jika ingin melakukan pencegahan terhadap penyakit stroke. Berbagai masalah yang menjadi beban pikiran Anda berpotensi menjadi sumber penyebab Anda mengalami berbagai penyakit, termasuk stroke. Contohnya, masalah pekerjaan, masalah keluarga, atau masalah dengan pasangan dapat memicu stres dan depresi. Jika kondisi ini disepelekan dan tidak segera diatasi, stres dan depresi tidak akan hanya memengaruhi kondisi kesehatan tubuh Anda saja, tapi juga berpotensi menyebabkan Anda mengidap penyakit dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, jangan sepelekan kondisi ini, dan segera periksakan kondisi Anda ke psikolog atau psikiater yang dapat membantu Anda mengatasi stres dan depresi yang melanda. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus menjaga kondisi kesehatan dan terhindar dari stroke dan berbagai penyakit serius lainnya.
Masih banyak orang yang belum merasakan manfaat dari berwudu, kegiatan berwudu hanya dimaknai sebagai kewajiban membersihkan diri sebelum melakukan ibadah. Salah satu yang seringkali dilupakan ketika berwudu adalah menjalankan sunnah wudu yaitu menghirup air lewat hindung istinsyaq dan mengeluarkannya istintsar. Menghirup air lewat hidung memiliki banyak sekali manfaat. Rasulullah Saw dalam setiap wudu beliau tidak pernah meninggalkan kumur-kumur, istinsyaq dan istintsar. Rasulullah Saw bersabda "Dan apabila salah seorang kamu berwudu, maka hendaknya ia memasukkan air ke dalam hidungnya lalu ia keluarkan kembali," HR. al-Bukhari & Muslim. baca juga Perbedaan Air Mani, Madzi, dan Wadzi dalam Fikih Islam Muslim Wajib Tahu! Ini Keutamaan Jaga Salat 5 Waktu menurut Rasulullah Puasa Tasu’a dan Ayura Keutamaan dan Niatnya Seperti kita ketahui bahwa lubang hidung merupakan salah satu jalan masuk kotoran dari luar ke dalam tubuh. Apalagi sekarang udara bersih dan sehat sudah sangat langka akibat polusi dari asap kendaraan bermotor. Untuk itu sebaiknya kita melakukan istinsyaq dan istinstar ini dengan benar, agar hidung sebagai jalan masuknya udara senantiasa bersih dari kuman, virus, dan bakteri. Banyak orang yang melakukan kesalahan ketika menghirup air lewat hidung, seperti hanya membasahi jari tangannya lalu memasukkan ke dalam hidung, ada juga yang hanya menyentuhkan air ke pangkal hidungnya tanpa menghirup air. Secara ilmiah telah terbukti bahwa banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari aktivitas berwudu terutama istinsyaq ini. Apabila dalam sehari kita berwudu minimal 5 kali saja saat akan salat fardhu dan setiap berwudu kita beristinsyaq sebanyak tiga kali, maka dalam satu hari kita sudah membersihkan rongga hidung dari kuman, virus dan bakteri sebanyak 15 kali. Selain memiliki manfaat yang besar dalam menjaga kesehatan jasmani, istinsyaq juga bermanfaat bagi kesehatan rohani, Rasulullah menganjurkan kita untuk menghirup air lewat hidung untung mengusir setan dari lubang hidung. “Jika salah seorang di antara kamu bangun dari tidur, maka hendaklah dia beristintsar mengeluarkan air dari hidung setelah istinsyaq menghirup air ke hidung tiga kali. Sebab setan menginap di rongga hidungnya,” HR. Bukhari Muslim. Menghirup air lewat hidung lalu mengeluarkannya kembali juga dapat menggugurkan dosa, seperti dalam sabda Rasulullah Dari Abu Umamah RA, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Siapapun yang berdiri menuju air wudunya dengan maksud mengerjakan salat, kemudian ia membasuh kedua telapak tangannya, maka turun keluarlah dosanya dari kedua telapak tangannya bersama tetesan air. Apabila ia berkumur-kumur, beristinsyaq dan istintsar menghirup dan mengeluarkan air dari hidung maka keluarlah dosanya dari lisan dan bibirnya bersama awalnya tetesan air, dan seterusnya,” HR. Ahmad.[]
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dari semua rangkaian berwudhu, ada yang rukun, ada juga yang sunnat. Rukun wudhu secara berurut ada empat membasuh muka, tangan sampai siku, kepala dan kaki sampai melewati mata kaki. Jika satu dari empat rukun wudhu tidak dilakukan dengan benar, maka wudhu tidak ini akan fokus pada dua sunnat wudhu madhmadhah dan adalah berkumur-kumur. Memasukkan air sehingga memenuhi sekitar separuh atau dua pertiga ruang mulut, dua bibir ditutup rapat, lalu mengguncangnya dengan lidah, sambil menggoyang-goyangkan dua pipi. Hampir semua Muslim terbiasa dengan madhmadhah setiap kali berwudhu. Madhmadhah berfungsi untuk membersihkan ruang mulut dari berbagai adalah menghirup air. Caranya mengambil air dengan telapak tangan ditekuk sehingga satu atau dua telapak membentuk seperti wadah kecil, lalu menempelkan dua lubang hidung di telapak tangan yang berisi air tersebut, kemudian lanjut dengan satu kali gerakan menghirup air. Berdasarkan pengamatan saya, di Indonesia, sudah atau mulai jarang terlihat Muslim melakukan istinsyaq saat berwudhu. Jika istinsyaq dilakukan dengan benar, maka air yang dihirup dari telapak tangan akan masuk ke lubang hidung, dan terasa sampai di ubun-ubun, dan pada saat bersamaan, akan terasa seperti ada "proses kesetrum yang ringan", yang bisa dirasakan seperti bunyi tiieeennng, yang berlangsung selama sepersekian detik, habis itu plong dan yang belum terbiasa melakukan istinsyaq, awalnya mungkin akan terasa kalangan sebagian Muslim, ada keyakinan bahwa istinsyaq merupakan "amalan penyegar tubuh", khususnya bila dilakukan ketika berwudhu di waktu subuh, tidak lama setelah bangun tidur. Tapi istinsyaq bisa dilakukan kapan belum pernah membaca kajian medis yang serius tentang manfaat istinsyaq bagi kesehatan. Tapi konon, istinsyaq dapat berfungsi untuk merangsang pembuluh darah ke otak. Makanya istinsyaq diasumsikan dapat mencegah stroke. Dulu, dan mungkin juga hingga saat ini, di pondok-pindok, istinsyaq malah diyakini sebagai pencegah atau obat paling efektif untuk filek/ingusan. Makanya jarang ada santri yang mengalami filek/ingusan yang akut atau penyakit itu, tiap praktek ritual keagamaan, termasuk istinsyaq ketika berwudhu, mestinya dilakukan dengan pertimbangan perintah agama saja. Bahwa sebagian praktek keagamaan memiliki manfaat kesehatan, ya, Abdullah 28 Februari 2018 / 13 Jumadil-tsani 1439H Lihat Humaniora Selengkapnya
ISTINSYAQ DAN ISTINTSAR SEBAGAI UPAYA PREVENTIF INFEKSI SALURAN NAPAS ATAS Oleh 16711125-Fauziyah Ulfatun Ni’mah Berwudhu tidak hanya upaya untuk membasahi anggota tubuh saja, namun hakikat dari berwudhu ialah membuat diri seseorang suci dan bersih dari segala noda baik noda fisik maupun batin. Cuci hidung atau menurut Islam dikenal dengan istilah istinsyaq dan istintsar, merupakan bagian dari proses wudhu yang dilakukan oleh umat Islam. Istinsyaq merupakan proses menghirup air untuk masuk rongga hidung, sedangkan istintsar ialah proses mengeluarkan air dari rongga hidung. Hadits mengenai cuci hidung diantaranya ialah “Sempurnakanlah dalam berwudhu usaplah sela-sela jari dan beristinsyaq lah hisaplah air ke dalam hidung dalam-dalam kecuali jika engkau sedang berpuasa” HR Ahmad, Ibnu Majah, An-NasaI, dan At-Tirmidzi Berdasarkan HR. Bukhari 3052, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW bersabda “Jika terbangun, ia mengira beliau mengatakan salah seorang dari kalian dari tidurnya kemudian dia berwudhu, maka hendaklah ia beristinsyar memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya setan bermalam pada batang hidung orang itu.” Proses berwudhu ini kerap kali dijumpai kesalahan pada segelintir orang. Seharusnya, proses tersebut dilakukan dengan menghirup air hingga batas atas hidung, namun beberapa orang hanya memasukkan jari ke hidung atau menyeka bagian ujung hidung. Padahal, kegiatan cuci hidung dapat menjadi terapi sederhana mengatasi inflamasi saluran napas bagian atas. Cuci hidung atau irigasi nasal memiliki mekanisme mekanik dalam pembersihan mukosa hidung dari sekret kental, eliminasi antigen dan mediator inflamasi seperti histamin, prostaglandin, dan leukotriene yang menjadi penyebab reaksi alergi pada saluran napas bagian atas Georgitis, 1994; Yanti et al., 2021. Cairan tersebut secara kimia juga memiliki efek antivirus dengan menginduksi kerusakan dinding sel virus sehingga mencegah inflamasi. Selama infeksi, terdapat disfungsi mukosiliar dan stasis mukus, sehingga cuci hidung membantu meningkatkan fungsi mukosilier mukosa hidung dan sinus Yanti et al., 2021; Satdhabudha & Poachanukoon, 2012. Cairan yang sering digunakan untuk cuci hidung ialah normal saline 0,9% dan salin hipertonik 1,5%-3%. Praktik cuci hidung dapat dilakukan ketika berwudhu maupun diluar kegiatan berwudhu, yaitu dapat menggunakan spuit untuk menyemprotkan air ke dalam hidung. Indikasi cuci hidung ini terutama untuk seseorang dengan infeksi saluran napas atas, rhinosinusitis kronis, dan rhinitis alergi, serta sebagai upaya pengobatan dan pencegahan infeksi saluran pernapasan atas terutama pada anak-anak Principi & Esposito, 2017. Pelaksanaan kegiatan cuci hidung atau istinsyaq dan istintsar tersebut selain merupakan sunnah, namun ternyata menyimpan manfaat yang cukup besar untuk kesehatan saluran pernapasan. REFERENSI Georgitis, 1994. Nasal hyperthermia and simple irrigation for perennial rhinitis Changes in inflammatory mediators. Chest, 106, 1487–1492. Principi, N., Esposito, S. Nasal Irrigation An Imprecisely Defined Medical Procedure. Int J Environ Res Public Health. 2017 May 11;145516. doi PMID 28492494; PMCID PMC5451967. Satdhabudha A, Poachanukoon O. 2012. Efficacy of buffered hypertonic saline nasal irrigation in children with symptomatic allergic rhinitis A randomized double-blind study. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology; 76 583-8 Yanti, B., Maulana, I., Sofiana, D., Sufani, L., Jannah, N. 2021. Nasal rinse and gargling as an effort in preventing COVID-19 infection with Islamic approach-a literature review. Bali Medical Journal 102 503-506. DOI
menghirup air ke hidung mencegah stroke